Kita, Yang (Tidak) Senang Bercanda

Setelah merasa bahwa perasaanku tak akan mungkin berbalas, perlahan hatiku mencoba berlaku ikhlas. Walau akalku tahu itu bukan hal yang mungkin, hatiku bersikeras merasa yakin.

Aku pergi, tanpa pamit.

Dalam hati terbersit harap untuk kaucari, apa daya–kau masih sibuk dengan duniamu sendiri.

Kaukira aku senang bercanda, tanpa pernah kautahu–hatiku tengah dirundung hampa.

Kukira kau senang bercanda, tanpa pernah kutahu–dirimu benar-benar ingin aku pergi saja.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita ini singkat, aku menaruh rasa padamu, tapi kubiarkan berlalu karena tahu kau tengah ingin berjalan sendirian—menuju Tuhan.

philo shopia

Jingga