Posts

Showing posts from January, 2022

Dialog Pria dan Wanita

  "Di sini, kusediakan berbagai macam kepahitan. Tinggal kaupilih, kepahitan mana yang ingin kautelan?" Ucap pria yang tengah memperlihatkan beberapa toples biji kopi yang tersusun di atas rak dinding dengan tangannya—selayaknya pramuniaga profesional. "Okey, ternyata bukan hanya di media sosial saja ya kau bersajak demikian?" Timpal wanita di depan pria itu sembari mengedarkan pandang ke tiap penjuru, mencari sesuatu. "Sepertinya aku lupa memberitahumu kalau minumanku adalah teh." Ucapnya setelah merasa yang dicarinya tak tersedia di rak dinding yang menempel di dinding teras rumah yang lebih terlihat seperti kedai kopi. "Duh, kenapa aku juga gak kepikiran nanya soal itu, ya? Dasar, asal ajak saja." Gerutu pria yang memiliki janggut lebat di dagunya itu. "Huh, ya sudah. Susu cokelat hangat sepertinya enak." Ucap wanita bermata cokelat itu sembari menunjuk satu bungkus kecil kental manis di antara barisan pelengkap makanan ringan yang...

Cahaya

Enam tahun berlalu, doaku masih saja tentangmu. Pernah satu waktu, rindu tak dapat lagi kurayu. Ia menyeruak, membuncah, seenaknya. Jiwaku tenggelam oleh luapannya, lisanku terpaksa—atau malah sukarela—menyebut-nyebut namamu yang indah itu, Cahaya. Hampir saja Tuhan, sang maha pencemburu, mencemburuimu jika tak segera kujelaskan bahwa rinduku p adamu adalah wujud kerinduanku pada-Nya. Ya, ketika aku mengingatmu, aku mengingat-Nya. Karena lewat dirimu, aku mengenal diriku—yang mengantarkanku mengenal Tuhanku. Kau tahu? Hatiku selalu bergetar acap kali lisan menyebut namamu. Setiap huruf dari namamu, aku bayangkan akan bernilai pahala. Karena untukku, menyebut namamu berarti menyebut nama Tuhan. Tidak salah, kan? Aku menyebut rasa ini sebagaimana orang-orang menyebutnya, cinta. Namun, tidak ada cinta yang dibenarkan kecuali hanya untuk-Nya. Maka, lagi lagi harus kukatakan, segala yang aku punya untukmu, sejatinya hanya untuk-Nya. Begitu juga cinta. Pada satu waktu, aku lupa diri, yang...