Dialog Pria dan Wanita
"Di sini, kusediakan berbagai macam kepahitan. Tinggal kaupilih, kepahitan mana yang ingin kautelan?" Ucap pria yang tengah memperlihatkan beberapa toples biji kopi yang tersusun di atas rak dinding dengan tangannya—selayaknya pramuniaga profesional. "Okey, ternyata bukan hanya di media sosial saja ya kau bersajak demikian?" Timpal wanita di depan pria itu sembari mengedarkan pandang ke tiap penjuru, mencari sesuatu. "Sepertinya aku lupa memberitahumu kalau minumanku adalah teh." Ucapnya setelah merasa yang dicarinya tak tersedia di rak dinding yang menempel di dinding teras rumah yang lebih terlihat seperti kedai kopi. "Duh, kenapa aku juga gak kepikiran nanya soal itu, ya? Dasar, asal ajak saja." Gerutu pria yang memiliki janggut lebat di dagunya itu. "Huh, ya sudah. Susu cokelat hangat sepertinya enak." Ucap wanita bermata cokelat itu sembari menunjuk satu bungkus kecil kental manis di antara barisan pelengkap makanan ringan yang...