Arunika
Di tengah gulita, menggunakan perahu kayu, dua nelayan menyusuri lautan mencari pukat yang telah mereka sebar beberapa jam sebelumnya. Karena tak ada rembulan—begitu pula rasi bintang—hanya berbekal cahaya dari petromaks kecil, mereka terus mencari pukat mereka di tengah laut gelap yang pekat, kemudian menemukannya. Sudah berbulan-bulan kota itu kehilangan sumber cahaya. Di waktu tersebut, orang-orang yang tinggal di kota itu harus hidup dalam gelap. Di bulan pertama, mereka mulai beradaptasi setelah menemukan sumber cahaya dari api. Di bulan-bulan berikutnya mereka mulai mencari penyebab terjadinya peristiwa yang terjadi di kota mereka, kehilangan cahaya. Namun bulan demi bulan telah dengan sia-sia mereka habiskan. Mereka pun putus asa. Kemudian sibuk kembali ke pekerjaan masing-masing mereka, meski tanpa cahaya yang membawa mereka ke kehidupan sebenarnya. "Hey, orang tua, soal kejadian ini masih belum ketemu penyebabnya, ya?" tanya si Nelayan Muda ketika mulai mangangkut p...