Lelaki Yang Belajar Mengikhlaskan (dari sebuah kekecewaan)
"Cinta sejati itu: tidak terucapkan, tapi diam-diam saling mendoakan." ucap Ilham via unggahan status di aplikasi layanan pesannya. "Ah, sejati-jatinya cinta yang diam-diam saling mendoakan, kalau tanpa usaha ya gak bakal jadi kenyataan." selorohku padanya yang tengah duduk di salah satu kursi malas dalam kamarku setelah kubaca unggahan status Ilham tersebut lewat ponselku. Kami pun tertawa. Ilham, kawan dekatku sejak sekolah menengah pertama-kini tengah dilanda kebingungan perihal wanita. Pasalnya, selalu saja ada wanita yang datang untuk mengenalnya lebih dekat-yang walaupun ujungnya berakhir dengan tanpa kepastian. Bukan karena tampan, mungkin ada sisi lain yang membuat beberapa wanita yang mengenalnya menjatuhkan hati padanya, entah apa. Seperti yang sudah aku katakan, kami sudah berkawan sejak masa sekolah menengah pertama-walau aku baru benar-benar berkawan dengannya di tingkat dua setelah menjadi satu tim dalam ekstrakurikuler olahraga ju...