Posts

Showing posts from August, 2022

Epilog

  "Aku jadi penasaran, kenapa setiap cerita yang kau tulis selalu berakhir tragis?" Tanyamu lewat pesan singkat setelah membaca tulisan terbaruku di blog. "Akhirnya kau bertanya. Telah sejak lama aku siapkan jawaban untuk pertanyaan yang satu ini." Balasku dengan membubuhkan emotikon senyum terbalik. "Bisa gak langsung jawab aja? Kebiasaan banget, heran." Sambarmu dengan ketus seperti biasanya. Aku hanya bisa tertawa. Di ruang obrolan, nampak jelas kau masih dalam jaringan. Mungkin kau benar-benar ingin tahu tentang itu. "Aku benci terhadap cerita dengan akhir bahagia, atau lebih tepatnya aku benci dengan pikiranku sendiri perihal cerita dengan akhir yang bahagia." "Kenapa? Ada apa dengan cerita yang berakhir bahagia?" "Ia selalu membawa pikiranku menuju hal—yang menurutku—mengerikan, yakni kebosanan. Kebosanan itulah yang nantinya menyebabkan kebahagiaan berubah menjadi kengerian berupa kesedihan, kepedihan." Kau tak se...

philo shopia

Pertemuan kita saat itu adalah hal yang tak mungkin bisa dihindari meski kita mencoba mencari-cari tempat untuk melarikan diri. Karena kita sepakat, pertemuan kita, bukanlah sebuah kebetulan—melainkan sesuatu yang telah lama Tuhan gariskan—takdir kita menyebutnya. Takdir, adalah pembahasan mendalam pertama kita. Dari sebuah kejadian, aku dan kamu mulai percaya, cepat atau lambat, sepasang manusia akan dipertemukan di waktu dan tempat yang tepat. Aku, yang tengah merasa berada di titik terendah dalam hidupku, bertemu denganmu yang tengah berusaha memenuhi ambisi. Saat itu, menjadikanmu sosok yang akan mengulurkan tangan, nampaknya hanya jadi sebuah angan. Namun, jalan begitu mulusnya, kau sambut tanganku yang lemah ini, membantuku berdiri. Kauterima ajakanku untuk menempuh sebuah perjalanan. Berjalan—beriringan denganmu sungguh menyenangkan sekaligus menenangkan. Bersamamu, segalanya tampak indah—menggugah. Tak ada selangkahpun di sampingmu tak terlukiskan sebuah senyuman di wajah. Ah...