Posts

Showing posts from July, 2021

Matcha

Di bawah panas terik, seberes makan siang, mereka berdua berjalan beriringan. Tak banyak perbincangan. Sesuai yang mereka rencanakan, sehabis berkeliling menapaki jalan pedestrian, mereka menyusuri trotoar kawasan pecinan untuk mencari kedai es krim yang telah mereka sepakati sebagai tempat menikmati hidangan penutup kali ini. Di kedai es krim dengan bangunan tua bernuansa jadul, mereka berdua duduk berseberangan, dipisahkan meja kayu dengan hanya memesan segelas kecil es krim: vanila dan matcha untuk si pria, vanila dan cokelat untuk si wanita. "Dekorasinya kurang pas sama suasana kedainya, ya?" Ucap si wanita berusaha mencairkan suasana sembari mengedarkan pandangannya ke tiap penjuru kedai. "Iya, terkesan dipaksakan." Timpal si pria, matanya mengikuti pandangan si wanita. Secara acak, si wanita begitu saja menanyakan ini dan itu. Si pria, yang tidak merasa aneh dengan ketidakterdugaan si wanita, menjawab sekenanya dengan ekspresi datar seperti biasanya. Perbincan...

Es Krim

Lagi, senja menjadi waktu yang tepat untuk sejenak rehat dari rutinitas padat yang membikin penat. Pula, senja menjadi waktu yang indah untuk sekadar merebah. Hanya saja, sedikit berbeda senja yang mereka berdua dapati di kota hujan. Bukannya semburat jingga keemasan, apalagi merah merona yang menawan, yang mereka dapati hanyalah guyuran hujan yang membuat mereka terjebak lebih lama dalam kebisuan. Es krim yang mencair di atas meja kayu yang terletak di antara mereka berdua tak menandakan adanya kehangatan. Musik yang mengalun pelan, suasana ruko kuno--ketinggalan zaman--yang muram, turut serta membawa jauh lamunan. "Hampir larut, aku harus pulang." Ucap wanita yang duduk membelakangi tembok kusam sembari tetap menatap guyuran hujan yang memburu pedestrian. "Masih hujan," Ucap lelaki di seberang wanita yang mengenakan pakaian bernuansa monokrom itu "Tak masalah?" "Sama sekali enggak" ucap wanita itu setengah kagok menata bahasanya. ...